Keselamatan Kerja Pada Pekerja di Industri Baja Ringan

Pekerja di sebuah Pabrik Baja Ringan

Faktor keselamatan kerja pada pekerja masih sangat minim pada industri baja ringan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Padahal menurut data, setidaknya ada kurang lebih 3000 industri baja ringan skala kecil, menengah yang ada di Jabodetabek. Bisa dibayangkan berapa banyak pekerja yang terlibat pada industri ini. Data frekuensi kecelakaan kerja memang tidak bisa didapat, mengingat banyak dari produsen baja ringan tidak mendaftarkan pekerjanya pada program asuransi kerja. Tapi dari pengamatan, potensi kecelakaan kerja pada industri ini cukup besar.

Pada dasarnya proses produksi pada industri  baja ringan terbanyak adalah menggunakan sistem roll forming. Roll Forming adalah proses pembengkokan kontinu di mana rol yang berlawanan digunakan untuk menghasilkan bentuk profil panjang. Bahan awal dari proses ini biasanya berupa gulungan lembaran logam (coil). Coil yang banyak digunakan adalah coil galvalume. Sedangkan mesin yang digunakan adalah mesin roll forming, dimana pada proses pengoperasiannya dibutuhkan paling sedikit 2 orang yang disebut operator mesin. Selain operator mesin, tenaga kerja yang terlibat pada proses produksi baja ringan adalah operator mesin forklift. Operator mesin forklift bertugas mengangkat gulungan coil galvalume yang beratnya bisa mencapai 5 ton, dari gudang atau tempat penyimpanan menuju ke mesin roll forming. Gulungan tersebut akan diletakkan pada alat yang disebut mesin uncoiler. Kerja operator mesin forklift akan bertambah lagi saat pengangkutan hasil produksi mesin rollforming menuju ke gudang penyimpanan produk jadi.

Coil Galvalume terpasang pada Mesin Uncoiler

Ada beberapa potensi kecelakaan pada pekerja di industri baja ringan, antara lain :

  1. Tertimpa gulungan coil, tingkat resiko tinggi, bisa mengakibatkan kematian.
  2. Terkilir, tingkat resiko rendah,
  3. Terjepit, tingkat resiko menengah,
  4. Tersayat, tingkat resiko rendah hingga menengah,
  5. Tersengat listrik/tersetrum, tingkat resiko menengah hingga tinggi,
  6. Terjatuh / terpeleset, tingkat resiko rendah hingga menengah,
  7. Terbakar, tingkat resiko menengah hingga tinggi,
  8. Tertabrak, tingkat menengah hingga tinggi.

Potensi-potensi kecelakaan ini seharusnya bisa diminimalisir oleh Pengusaha pada industry baja ringan ini. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sangat disarankan untuk dapat mengurangi tingkat resiko kecelakaan kerja. APD yang harus dimiliki antara lain :

  1. Coverall (Baju Kerja),
  2. Safety Helmet (Helm Keselamatan Kerja),
  3. Gloves / Sarung Tangan ( Bahan Kulit atau woll ),
  4. Masker Hidung,
  5. Sepatu Safety
  6. Kacamata / Googles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *