4 Langkah Memulai Usaha Baja Ringan

Banyaknya permintaan akan baja ringan akhir-akhir ini tentunya membuka peluang untuk memulai usaha baja ringan. Namun, ada beberapa hal yang patut diperhitungkan sebelum memulai terjun ke bisnis ini. Kesalahan dalam memulai bisnis ini dapat berakibat fatal terutama kerugian. Agar tidak terjebak dalam kerugian dalam bisnis baja ringan, berikut 5 langkah panduan dalam memulai usaha baja ringan :

1. Memilih Pasar Sasaran Yang Akan Dituju

Hal yang paling utama sebelum memulai produksi baja ringan adalah memilih pasar sasaran yang akan dituju. Kenapa hal ini penting? Karena hal inilah yang menjadi tolak ukur dalam memulai produksi baja ringan.  Sebagaimana diketahui, pasar baja ringan terbagi menjadi 3 bagian besar. Pertama adalah pasar Atas (High Class), pasar ini adalah konsumen yang menginginkan kualitas baja ringan yang baik dan tahan lama. Harga tidak menjadi masalah bagi mereka. Kedua adalah pasar menengah (Middle Class), pasar diisi oleh konsumen yang menginginkan kualitas baja ringan rata-rata, dengan tetap memperhatikan harga yang tentunya disesuaikan dengan kualitas baja ringan. Konsumen menengah ini mengambil porsi terbesar dari kue pemasaran baja ringan. Dan yang Ketiga, adalah pasar Bawah (Low Class), konsumen di pasar ini sama sekali tidak memperhatikan kualitas baja ringan, sangat peka terhadap harga, harga yang murah tentunya akan memuaskan mereka.

(Baca Artikel : “Strategi Jitu Membidik Pasar Baja Ringan”)

2. Memilih Mesin Produksi Yang Akan Digunakan.

Pemilihan mesin produksi baja ringan adalah langkah penting kedua yang harus dilaksanakan sebelum memulai usaha baja ringan. Pemilihan mesin yang tepat akan memperlancar proses produksi. Mesin Baja Ringan terdiri dari berbagai Tipe, yaitu : Mesin Rollforming CNP, Mesin Rollforming Reng Omega, Mesin Genteng Metal, Mesin Rollforming Spandek, Mesin Rollforming Bondex, Mesin Rollforming Hollow dan Mesin Nok. Masing-masing tipe mesin akan memproduksi jenis baja ringan yang berbeda-beda. Demikina pula dengan asal negara pemroduksi mesin. Ada mesin produksi lokal, produksi China, Vietnam ataupun Jepang dan Jerman.

(Baca Artikel : “Tips Memilih Mesin Baja Ringan Yang Baik”).

3. Memilih Jenis Bahan Baku (Coil Galvalume)

Setelah menetapkan mesin baja ringan yang akan digunakan, langkah berikutnya adalah memilih jenis bahan baku (coil galvalume) yang akan digunakan.  Coil Galvalume yang saat ini banyak digunakan adalah jenis Zincalume. Zincalume adalah material yang merupakan hasil dari paduan unsur aluminium dan zinc yang terdiri dari unsur coating aluminium (55% berat), unsur Zinc/seng (43,4% berat), dan silikon (1,6% berat) dengan total unsur 100%. Proses pelapisan Zincalume hanya di lakukan dengan continous hot dipped atau saat ini sudah ada yang dikenal pula dengan NOF (Non Oxides Furnace) process. Coil Zincalume banyak digunakan dalam berbagai jenis industri karena harga yang ekonomis juga berkualitas tinggi dan sangat efisien. Dengan kandungan aluminium yang tinggi membuat Galvalume lebih baik untuk daya tahan karat.

(Baca Artikel : “Tips Memilih Coil Galvalume Yang Baik”).

4. Memilih Sistem Pemasaran Baja Ringan

Langkah terakhir dalam panduan memulai usaha baja ringan adalah menentukan system pemasaran baja ringan.  Sistem pemasaran ini penting karena merupakan ujung tombak dalam suatu bisnis. Produksi yang kuat bila tidak didukung oleh pemasaran yang baik akan menjadi sia-sia karena hasil produksi tidak bisa dijual yang pada akhirnya mengganggu bisnis itu sendiri.

(Baca Artikel : Strategi Jitu Pemasaran Baja Ringan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *